Jejak Perjalanan 6 tahun Layanan Ambulance GSC membersamai Dhuafa, Dari Cilacap Hingga Yogyakarta

Perjalanan Ambulance Gerak Sedekah Cilacap mengantar pasien dari cilacap ke rumah sakit tujuan memang sudah teruji sejak awal berdirinya yayasan GSC yaitu dari tahun 2014. Sesuai dengan slogan “Menyapa Dhuafa dengan Cinta”, GSC selama 6 tahun telah berkomitmen menyediakan layanan ambulance gratis untuk dhuafa tercinta.

Rute ambulance GSC semakin tahun semakin meluas, dari rumah sakit swasta dan pemerintah di kabupaten Cilacap, hingga ke kota lain sesuai tujuan rumah sakit rujukan dari masing-masing pasien. Setiap hari ahad, ambulance GSC melayani rute ke rumah sakit yang berada di Yogyakarta. Driver beserta pasien biasanya berangkat pada sabtu malam atau ahad pagi sesuai dari arahan driver GSC yang bertugas saat itu.

*Moment kebersamaan persiapan keberangkatan pasien dhuafa GSC ke Yogyakarta

Destinasi pertama pasien dan pendamping serta driver ambulance GSC adalah menuju ke Rumah Singgah GSC (Rusing) untuk transit atau istirahat terlebih dahulu. Alhamdulillah GSC telah memiliki Rusing GSC untuk melayani pasien yang berobat di Yogyakarta yang terkendala tempat singgah. Pengobatan dari pasien yang berada di Yogyakarta biasanya dilayani berdasarkan jadwal, serta harus kontrol dengan tanggal dan waktu tertentu sehingga memerlukan tempat singgah yang nyaman. Sebelum adanya Rumah Singgah GSC, pasien dhuafa terpaksa indekost dengan biaya yang tidak murah atau bahkan tidur terlantar di bangsal rumah sakit atau parkiran rumah sakit.

Berikut kami sampaikan data pelayanan pasien dhuafa dari Cilacap selama 3 pekan di bulan januari tahun 2021 adalah sejumlah 15 orang pasien yang menggunakan layanan ambulance GSC. Pasien diantar ke Rusing GSC untuk kemudian beristirahat dan menunggu jadwal kontrol.

“GSC melalui admin hampir setiap hari menerima panggilan masuk dari orang-orang yang ingin menggunakan pelayanan ambulance gratis GSC, baik rute ke rumah sakit di Cilacap maupun ke kota lain. Mengapa kami tetapkan hanya setiap hari ahad saja untuk pelayanan ambulance ke Yogyakarta dikarenakan agar pasien terkolektif di akhir minggu dan bisa bersama pasien lain menuju ke Rusing. Hal ini tentu saja selain untuk menghemat tenaga juga untuk menghemat biaya yang dikeluarkan untuk perjalnan ke Yogyakarta yang tidak sedikit maka dari itu kami membuat penjadwalan.“ Ungkap Kholiyah selaku Manager Dhuafa Sehat GSC.

Semoga semakin banyak pasien terbantu dengan adanya layanan ambulance gratis dari GSC ini. Tidak lupa juga kami sampaikan kepada anda yang ingin membantu operasional ambulance GSC, dapat menyalurkan donasi terbaiknya melalui rekening GSC. Perjalanan ambulance akan selalu kami update di sosial media GSC baik itu Whatsapp, Instagram, Facebook, maupun Website. Jazaakumullah khairan bagi para donatur, semoga program-program dari GSC dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran, terkhusus program ambulance. Aamiin

Layanan Ambulance GSC Untuk Sahabat Dhuafa Yang Sedang Di Uji Sakit

Layanan Ambulance GSC Untuk Sahabat Dhuafa Yang Sedang Di Uji Sakit

Menjenguk orang sakit hukumnya adalah fardhu kifayah. Terlebih jika yang sakit adalah orang yang tidak memiliki kerabat atau keluarga yang membantunya. Sebagai sesama muslim coba tanyakan keadaannya, apa kebutuhan dan bantuan yang diperlukan sehingga sakit yang dideritanya menjadi lebih ringan dan tidak bertambah parah.

Rasulullah SAW juga menuntun umatnya, bagaimana sesungguhnya seorang muslim menyikapi saudaranya ketika diuji dengan sakit. Disini ada peluang ibadah, ada pahala yang sangat besar yang dijanjikan untuk orang yang menjenguk dan membantu meringankan beban penderitaan orang sakit.

Berbekal semangat dan janji Allah tentang siapa yang membantu orang yang sakit, berikut kami sampaikan data permohonan ambulance Gerak Sedekah Cilacap Periode  Desember 2020 sebagai bentuk transparansi dari GSC. Terdapat 115 permohonan,  dengan rincian :

Terlaksana : 104 Pasien

Disolusikan : 6 Pasien

Cancel : 5 Pasien

“Tujuan dan Lokasi Rumah Sakit antara lain RS. Siaga Medika Banyumas, RS. Dadi Keluarga, RS. Sardjito Yogyakarta, RSUD Majenang, Rumah Singgah Buah Hati Yogyakarta, RS. Margono, RSI Fatimah, RSUD Banyumas, dan RS Pertamina Cilacap. Adapun kendala yang dialami adalah rusaknya 2 ambulance GSC secara bersamaan yaitu Si Silver dan Siputih Pertama, dan harus diperbaiki karena kerusakan mesin yang serius.“ ungkap Kholiyah (Manager Dhuafa Sehat) dalam salah satu wawancara.

Alhamdulillah disaat 2 armada GSC masih dalam tahap perbaikan, GSC mendapat bantuan armada yang dipinjamkan dari Lazis Al-Irsyad Cilacap untuk mensolusikan pasien-pasien yang membutuhkan. Semoga sinergi cantik ini selalu diberi kemudahan dan keberkahan untuk semuanya.

Mari bersama kita dukung program-program Ambulance Dhuafa Sehat dengan berdonasi melalui rekening Gerak Sedekah Cilacap. Semoga Ambulance GSC bisa semakin baik dan dapat menjembatani kesembuhan pasien dari seluruh penjuru Cilacap. Aamiin.

Kehidupan kedua seorang Arif Hidayat, Pekerja Migran Indonesia asal Cilacap yang mengalami kecelakaan kerja di Taiwan hingga mengalami luka bakar hampir 80%

Bulan desember 2020 yang lalu, kami segenap keluarga besar Gerak Sedekah Cilacap (GSC) Pusat mendapat berita yang cukup menyedihkan sekaligus memilukan dari pengurus GSC Taiwan Bersatu, berita tentang salah seorang Pekerja Migran Indonesia asal Cilacap yang mengalami kecelakaan kerja di Taiwan. Arif Hidayat, yang beralamat di Jl. Klewih Kelurahan Planjan Kecamatan Kesugihan Cilacap dan sedang mengadu nasib di negara Taiwan mengalami kejadian naas yaitu kecelakaan kerja yang mengakibatkan hampir 80% tubuhnya mengalami luka bakar. Beruntung nyawa Sdr Arif Hidayat bisa diselamatkan berkat perawatan intensif dari pihak RS. Taiwan, karena menurut informasi, majikan Sdr Arif yang mengalami luka bakar yang sama akhirnya meninggal dunia setelah dirawat selama hampir 1 bulan.  

*Foto sdr Arif Hidayat sebelum mengalami luka bakar

Bp. Koko, selaku ketua Pekerja Migran Indonesia (PMI) Peduli Taiwan Bersatu kemudian menginformasikan perkembangan sdr Arif yang rencananya akan pulang ke Indonesia pada bulan januari 2021 dan akan melanjutkan pengobatan di Indonesia dan memohon untuk dibantu pengurusan BPJS dari sdr Arif, karena saat ini sdr Arif belum mempunyai kartu BPJS. Melalui pesan singkat WA (Whatsapp), Bp. Koko menginformasikan hal ini kepada Manajemen GSC Pusat.

“Saya mewakili mas arif hidayat dan juga keluarga besar GSC dan PMI peduli Taiwan bersatu berharap pengurusan BPJS Kesehatan di Indonesia bisa dibantu pengurusannya oleh GSC Pusat. Agar nanti pengobatan mas arif bisa terbantu pembiayaannya melalu BPJS, karena biaya pemulihan cukup besar, sedangkan keluarga mas arif bukan tergolong keluarga yang mampu”, ungkap Bp Koko dalam pesan singkat WA.

Alhamdulillah gayung bersambut, Manajemen GSC Pusat melalui manajer Divisi Dhuafa Sehat GSC- Kholiyah langsung merespon pengurusan BPJS sdr Arif, karena dalam hal ini Gerak Sedekah Cilacap (GSC) sudah mempunyai hubungan yang sangat baik dengan Dinas Kesehatan kabupaten Cilacap.

“Kami divisi Dhuafa Sehat GSC akan menjembatani kepengurusan BPJS sdr. Arif semaksimal mungkin, sehingga ketika sdr Arif sudah tiba di Indonesia, biaya perawatan lanjutan luka bakar sudah bisa tercover oleh BPJS, mohon doanya bersama, semoga semua berjalan sesuai rencana”, ungkap Manajer Dhuafa Sehat-Kholiyah ditengah rapat koordinasi pengurusan BPJS sdr. Arif.

arif 2
arif 3

*Moment video call dengan sdr. Arif yang masih berada di Taiwan bersama GSC Pusat dan Bunda Fatin – Provokator GSC Taiwan Bersatu

*Penyerahan berkas syarat-syarat untuk BPJS sdr. Arif oleh Ibunda dan adik tercinta

Dan Qodarulloh moment hari ibu pada bulan desember 2020 menjadi moment yang cukup mengharukan karena kami segenap Manajemen GSC Pusat mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan ibunda tercinta sdr Arif yang tak henti-hentinya menitikkan air mata dan mengucapkan doa untuk kesembuhan setiap kali menceritakan sdr Arif, salah satu anak laki-lakinya.

“Maturnuwun untuk semua kebaikan dan bantuan dari GSC yang telah membantu proses pengurusan BPJS arif, kulo mboten saged maringi nopo-nopo (saya tidak bisa memberi apa-apa) mohon doanya untuk arif njih”, sebuah kalimat dari seorang ibu yang terus menangis ketika mengingat kondisi dan apa yang tengah menimpa anak kesayangannya. 

Tak hanya itu, disela-sela obrolan, ibunda sdr arif kemudian menitipkan uang kepada GSC Pusat untuk sedekah.

“Kulo nitip sedekah njih mas, mugi-mugi ketrimo sedekahipun lan saged dados kebaikan kangge mas arif, doane mas (saya nitip sedekah, semoga diterima dan bisa menjadi kebaikan mas arif, doanya mas)”,sebuah kalimat penutup dari seorang ibu yang terus diiringi tangisan dan doa yang sangat tulus, dari seorang yang pernah melahirkan anak kesayangannya bernama arif. 

Sebuah ketulusan doa seorang ibu yang membuat sdr Arif berkesempatan menikmati kehidupan kedua setelah mengalami luka bakar yang luar biasa, yang bisa saja menghilangkan nyawa.

Akhir kata, Mari kita doakan bersama semoga pengurusan BPJS serta kepulangan sdr Arif ke Indonesia berjalan lancar, dan dapat bertemu dengan keluarga tercinta dengan selamat untuk melanjutkan perawatan luka bakar dengan baik, sampai pulih seperti sedia kala

Dan untuk Keluarga Besar GSC Taiwan Bersatu dan Keluarga Besar GSC diseluruh Korwil baik dalam maupun luar negeri, semoga selalu Istiqomah dalam kebaikan dan semoga senantiasa dalam perlindungan dan naungan Alloh SWT.