Siapa Yang Meninggalkan Sesuatu Karena Allah, Maka Dia Akan Ganti Dengan Yang Lebih Baik

Siapa yang meninggalkan budaya dan tradisi syirik, maka Allah akan menggantikannya dengan beribadah pada Allah semata. Shalatnya untuk Allah, sembelihan tumbalnya untuk Allah, dan sedekahnya jadinya untuk Allah.

Siapa yang meninggalkan ibadah yang tidak ada tuntunan karena Allah, maka Allah akan memberikan cahaya sunnah untuknya, jalan yang terang benderang yang jauh dari kesia-siaan.

Siapa yang meninggalkan pekerjaan yang haram, pekerjaan riba dan profesi yang mengundang laknat Allah, maka Allah akan ganti dengan pekerjaan yang halal yang lebih menentramkan jiwa.

Faedah yang sangat berharga disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah berikut ini tentang perihal yang kita bahas. “Akan terasa sulit jika seseorang meninggalkan hal-hal yang ia sukai dan gandrungi, lantas ia meninggalkannya karena selain Allah.”

Namun jika jujur dan ikhlas dari dalam hati dengan meninggalkannya karena Allah, maka tidak akan terasa berat untuk meninggalkan hal tadi. Yang terasa sulit cuma di awalnya saja sebagai ujian apakah hal tersebut sanggup untuk ditinggalkan. Apakah meninggalkan hal itu jujur ataukah dusta? Jika ia terus bersabar dengan menahan kesulitan yang hanya sedikit, maka ia akan memperoleh kelezatan.

Adapun perkataan “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diberi ganti yang lebih baik dari itu”, ganti yang diberikan di sini beraneka ragam. Akan tetapi ganti yang lebih besar yang diberi adalah kecintaan dan kerinduan pada Allah, ketenangan hati, keadaan yang terus mendapatkan kekuatan, terus memiliki semangat hidup, juga kebanggaan diri serta ridha pada Allah Ta’ala.” (Al Fawaid, hal. 166)

Marilah saudaraku. Cobalah berusaha meninggalkan sesuatu karena Allah, ingat karena Allah semata, maka rasakan bagaimanakah gentian luar biasa yang Allah berikan.

Ingat sekali lagi sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan oleh salah seorang sahabat,

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih. Adapun tidak disebutnya nama sahabat tetap tidak mencacati hadits tersebut karena seluruh sahabat itu ‘udul yaitu baik)

Siapa yang meninggalkan penipuan dalam jual beli, maka Allah akan mendatangkan berkah pada jual belinya. Dalam hadits disebutkan,

“Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu” (Muttafaqun ‘alaih).

Siapa yang meninggalkan sifat pelit, maka ia akan mulia di sisi manusia dan ia akan menjadi orang-orang yang beruntung. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. At Taghabun: 16)

Siapa yang meninggalkan sifat sombong dan memilih tawadhu’, maka Allah akan membuat ia meninggikan derajatnya di dunia. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim no. 2588).

Siapa yang meninggalkan rasa dendam dan mudah memaafkan yang lain, maka Allah pun akan menganugerahkan kemuliaan pada dirinya. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya.” (HR. Muslim no. 2588).

Semoga Allah memberi taufik untuk meninggalkan yang tidak bermanfaat karena Allah. 

Perintah Meninggalkan Sesuatu Yang Meragukanmu Dalam Islam

Islam merupakan agama yang bukan hanya mengatur masalah peribadatan saja. Akan tetapi, ajaran Islam juga mencakup berbagai aspek kehidupan manusia. Berbagai tuntunan dalam Islam bisa Anda temukan melalui Al-Quran maupun hadits. Dan untuk memperkuat pemahaman mengenai hal tersebut, Anda bisa mempelajarinya dari guru ataupun para ulama – ulama Islam.

Salah satu syariat agama Islam adalah meninggalkan segala sesuatu yang meragukan. Perintah mengenai hal ini bisa Anda temukan dalam hadits kesebelas dalam hadits Arbain karya Imam Nawawi. Hadits tersebut berbunyi:

Dari Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah SAW dan kesayangannnya radhiyallahu anhuma, ia berkata,

Aku hafal (sebuah hadits) dari Rasulullah SAW: “Tinggalkan yang meragukanmu lalu ambillah yang tidak meragukanmu.”

Secara umum, maksud hadits ini adalah ketika kita menghadapi sesuatu yang meragukan, maka segera tinggalkan. Kemudian pilih yang meyakinkan hati. Hal ini bisa terjadi dalam ibadah, muamalah (interaksi sosial), nikah dan di berbagai bab ilmu.
(HR Tirmidzi, An-Nasa’i. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan dan shahih) 

Faedah Hadits :

  1. Agama Islam tidak menghendaki umatnya memiliki perasaan ragu dan bimbang.
  2. Jika Anda menginginkan ketenangan dan ketentraman, tinggalkanlah keraguan dan buang jauh-jauh, terutama setelah selesai melaksanakan suatu ibadah sehingga engkau tidak merasa gelisah.
  3. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan sesuatu dengan singkat, namun begitu luas maknanya. Kata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, “Seandainya seseorang membuat penafsiran atau penjelasan mengenai hadits ini dalam satu jilid buku yang sangat tebal, niscaya kandungan dua kalimat ini akan melebihinya.”
  4. Syari’at Islam itu membawa kemudahan.
  5. Hadits ini mengandung pelajaran agar kita diam terhadap perkara syubhat dan meninggalkannya. Kalau sesuatu yang halal tentu akan mendatangkan ketenangan, sedangkan sesuatu yang syubhat mendatangkan keragu-raguan. Lihat Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:280.
  6. Bentuk wara’ adalah meninggalkan sesuatu yang ragu-ragu lalu mengambil yang tidak meragukan. Hal ini dikatakan oleh Abu ‘Abdirrahman Al-‘Umari, seorang yang terkenal zuhud. Hal ini dikatakan pula oleh Al-Fudhail, Hasan bin Abi Sinan. Lihat Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:280.
  7. Dari sekelompok sahabat seperti Umar, Ibnu ‘Umar, Abu Ad-Darda’, dan Ibnu Mas’ud mengatakan, “Apa yang engkau inginkan dari hal yang masih meragukan padahal di sekelilingmu ada 4.000 hal yang tidak meragukan.” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:280)
  8. Sebagian ulama berdalil dengan hadits ini bahwa keluar dari perselisihan ulama itu lebih afdal. Lihat Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:282.
  9. Meninggal dusta dan terus menjaga kejujuran akan membawa ketenangan, sedangkan dusta selalu membawa pada keragu-raguan. Lihat Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah Al-Mukhtashar, hlm. 97.

Kalau ada orang sudah wudhu kemudian shalat, lalu ragu-ragu apakah sudah wudhu atau belum, maka yang dipilih adalah yang meyakinkan. Yang meyakinkan adalah pada asalnya belum wudhu. Maka untuk mengenyahkan keraguan, kembali berwudhu.

Di antara pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini menurut catatan Syekh Utsaimin dalam Syarah Arbain: Pertama, agama Islam tidak menghendaki keraguan dan keresahan pada pemeluknya.

Kedua, jika kita ingin tenang dan yakin, maka tinggalkan yang meragukan, supaya tidak menjadi resah karenanya. Ketiga, Nabi Muhammad SAW diberikan kemampuan menarasikan kalimat singkat dengan makna yang padat atau komprehensif.

Tips Mengelola Keuangan Dalam Islam

Keuangan rumah tangga adalah hal yang paling fundamental dalam keberlangsungan hidup. ajaran Islam telah mengatur segala hal dalam kehidupan kita. Termasuk mengenai tips mengatur keuangan agar hidupmu lebih berkah. Jika tak dikelola dengan baik, ini bisa memicu permasalahan finansial hingga konflik di masa depan. Oleh sebab itu, kamu harus berupaya mengelolanya dengan cermat dan tepat.

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.”(QS.Al-Isra’:26-27)

Sebagai seorang muslim, sebaiknya segala macam aspek kehidupan yang dijalankan sesuai dengan ajaran dan syariat Islam, termasuk cara mengatur keuangan. Islam telah menetapkan ajaran-ajaran bagaimana cara seseorang mengatur persoalan finansialnya dalam Al-quran dan hadits.

Tujuan dari penetapan ini adalah agar umat muslim tidak salah dalam melakukan perhitungan akan kehidupan finansialnya yang merugikan dan membuat hidup sejahtera. Lalu bagaimanakah cara mengatur keuangan dalam Islam?

  • Menabung

“Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.” (H.R Bukhari)

Menabung memiliki banyak keuntungan untuk kehidupan ke depannya. Memang, awalnya sulit untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk ditabung. Seringkali kita merasakan pendapatan menjadi berkurang jika harus ada uang yang ditabung.

Namun, sebenarnya manfaat tersebut baru akan dirasakan jika uang yang ditabung sudah terkumpul banyak. Dengan menabung kita akan memiliki cadangan uang yang akan bisa digunakan kapan saja.

  • Hindari Berhutang

“Barangsiapa utang uang kepada orang lain dan berniat akan mengembalikannya, maka Allah akan luluskan niatnya itu; tetapi barangsiapa mengambilnya dengan Niat akan membinasakan (tidak membayar), maka Allah akan merusakkan dia.” (Riwayat Bukhari)

Utang memang kadang kala menjadi penyelamat finansial di saat darurat. Namun, kenyataannya dalam Islam tidak dianjurkan untuk berutang jika tidak benar-benar membutuhkan. Artinya, jika Anda masih bisa berusaha untuk membayar sesuatu, jangan lah berutang.

Jika terpaksa berutang kepada seseorang, wajib hukumnya untuk melunasi. Hal ini dilakukan karena dalam Islam perihal utang menyangkut dunia dan akhirat. Bahkan, saat seseorang meninggal dalam keadaan berutang, ahli warisnya wajib untuk melunasinya.

  • Berhemat

Berhemat dan mengurangi pengeluaran yang bersifat tidak penting. Mulailah untuk mencoba mengaplikasikan tips mengatur menurut ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, keuangan Anda akan menjadi lebih teratur dan terhindar dari kerugian finansial. Selain itu, hidup juga semakin berkah.

  • Bersedekah

Allah menjanjikan untuk menambah harta yang didapat dengan bersedekah Lewat bersedekah berarti Anda bersyukur atas nikmat yang diperoleh.

“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)

Jazaakumullah khairan semoga kita semua dapat menerapkan tips yang islam ajarkan dalam mengelola keuangan dengan baik. Aamiin.

Raih Pahala Melimpah Lewat Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah atau merupakan pemberian yang bisa memberikan pahala secara terus menerus bagi orang yang melakukannya. Pada dasarnya, sedekah merupakan sesuatu yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dengan maksud untuk membantu dan berdasarkan karena Allah. Bahkan, sedekah jariyah pun termasuk pada salah satu amalan baik di mana Allah akan mengganjarnya dengan pahala berlipat dan terus mengalir.

Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu: Shodaqoh jariyah, anak yang sholeh yang memohonkan ampunan untuknya (Ibu dan bapaknya) dan ilmu yang berguna setelahnya“. (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut, terdapat salah satu amalan yang pahalanya tidak akan terputus meskipun orang yang melakukan amalan tersebut sudah mati. Hal itu tidak lain adalah sedekah jariyah, karena sedekah jariyah ini adalah sebuah amalan yang pahalanya terus mengalir dan tidak terputus.

Ada banyak sekali jenis sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir, bahkan ketika seorang muslim sudah meninggal. 

  1. Mengajarkan Ilmu

Amal jariyah pertama yang akan mengalir terus pahalanya adalah mengajarkan ilmu. Menyebarkan ilmu tidak mesti dilakukan oleh seorang guru atau pendidik. Memberi informasi yang baik dan bermanfaat, sekecil apa pun itu, kepada orang lain juga tak kalah besar hikmahnya, terlebih jika orang tersebut membagikan yang sudah kita tularkan kepada orang lain.

  1. Membangun Masjid

Membantu membangun masjid atau mewakafkan tanah untuk keperluan ibadah dan kemanusiaan juga tergolong sebagai salah satu sedekah jariyah yang pahalanya sangat besar, apalagi masjid merupakan tempat yang digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan dan amal baik.

 “Barangsiapa yang membangun masjid demi mencari wajah Allah, niscaya Allah bangunkan rumah baginya di surga.” (Terdapat dalam Ash-Shahihain)

  1. Menulis Buku

Menulis buku sama artinya dengan menyebarkan ilmu dan pengetahuan kepada orang lain. Karenanya perbuatan ini termasuk dalam salah satu sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir, bahkan meskipun seseorang sudah meninggal.

Buku yang ditulis juga tak mesti harus buku bertema agama. Buku dengan topik apapun, selama bisa mendatangkan manfaat dan kebaikan untuk sesama, maka si penulis mendapat hikmah yang tiada putusnya.

  1. Menggali Sumur

Pekerjaan kasar seperti menggali sumur mungkin terlihat sepele. Namun siapa sangka kalau ia termasuk salah satu perbuatan jariyah dengan pahala yang sangat besar. Sumur adalah sumber mata air yang mendatangkan manfaat dan kebaikan untuk kehidupan manusia. Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang menggali sumur, (kemudian) tidaklah setiap yang memiliki ruh, baik dari kalangan manusia, jin, dan burung yang minum dari sumur tersebut, melainkan Allah (pasti) akan membalasnya kelak di hari kiamat.”

  1. Sedekah Harta

Sedekah harta yang dilakukan semasa hidup juga tergolong sebagai amalan jariyah yang pahalanya tak putus-putus sampai seseorang meninggal. Tentu amalan ini harus disertai perasaan ikhlas dan rela agar mendapat ridha dari Allah SWT.

“Perumpamaan orang -orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai: tumbuh seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al- Baqarah ayat 261)

Selain jenis amalan di atas, sedekah jariyah juga bisa berupa memberi makan untuk fakir miskin, memberi salam, mendoakan orang tua dan sesama, dan bersilaturahmi. Yuk, berbuat baik kepada sesama selagi masih hidup. Perlu menjadi catatan, tindakan kecil dari amal juga bisa dihitung serupa. Salah satunya yang paling ringan adalah senyuman. Nabi Muhammad SAW bersabda “Senyummu terhadap saudaramu adalah sedekah” (HR. At-tirmidzi).

GSC senantiasa open donasi untuk program-program yang sedang berjalan, dan melalui tulisan ini juga mengajak para pembaca untuk bersedekah/infaq/zakat melalui Gerak Sedekah Cilacap. Transparansi pentasyarufan program selalu kami update di media sosial kami baik melalu whatsapp, instagram, facebook maupun website. Hal tersebut untuk memupuk kepercayaan dari para donatur dan bentuk tanggungjawab GSC dalam penyampaian amanah.

Jazaakumullah khairan untuk para donatur yang telah menyalurkan rezekinya melalui GSC, semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur sekalian. Aamiin

 

Dapatkan Rumah Di Syurga Dengan Sedekah Material Masjid

Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam meskipun bukan negara Islam. Pembangunan masjid merupakan manivestasi fisik dari proses pembangunan yang sangat dibutuhkan. Penyediaan berbagai tempat ibadah termasuk masjid menjadi salah satu prioritas didalam pembangunan. Dalam hal ini, Islam pun memerintahkan kita agar menginfakan sebagian harta kita untuk rumah Allah.

Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

“Assalamu’allaikum warrohmatullohi wabaraokatuh. Sedekah material Asrama Tahfidz Putri MTS Plus Al Hidayah, Jl. Stasiun Desa Bajing Kroya, Cilacap. Alhamdulilah sedekah material untuk pembangunan Asrama Tahfidz Putri MTS Plus Al Hidayah.  Amanah telah tersampaikan berupa 10 sak semen, semoga bisa bermanfaat untuk pembangunannya. Amiin ya robbal ‘alamin. Jazakumulloh khairan kastiran untuk semua donatur tanpa terkecuali, semoga Allah SWT membalasnya. Wassalamu’alaikum warrohmatullohi wabarokatuh.” – tulis Dany Nurul Istiqomah anggota GSC dalam postingan grup Facebook Gerak Sedekah Cilacap (GSC).

Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).

“Assalamu’allaikum warrohmatullohi wabaraokatuh. Sedekah Material Masjid Al Hikmah yang beralamatkan RT 1/10 Dusun Gulingbadak, Desa Jambusari, Jeruklegi Cilacap. Alhamdulilah sedekah material untuk pembangunan Masjid Al Hikmah. Amanah telah tersampaikan berupa Keramik, semoga bisa bermanfaat untuk pembangunannya. Amiin ya robbal ‘alamin. Jazakumulloh khairan kastiran untuk semua donatur tanpa terkecuali, semoga Allah SWT membalasnya. Wassalamu’alaikum warrohmatullohi wabarokatuh.” –  Tulis Itta Syndrom dalam postingan di grup Facebook Gerak Sedekah Cilacap (GSC).

Pahala amalan dan kebaikan yang bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya –-beliau menyebutkan di antaranya–, (yakni) mushaf yang ia tinggalkan, masjid yang ia bangun, rumah untuk orang yang dalam perjalanan yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya di kala sehat dan hidupnya, maka ia akan bakal menghampirinya sepeninggalnya.” (Sunan Ibni Majah 1/88, no. 242, dan disebutkan di dalam kitab Az-Zawa’id. Dihasankan oleh Ibnu Mundzir. Dihasankan oleh Al-Albani dalam kitab Shohih Al-Jami’ 1/443, no. 2231)

GSC senantiasa open donasi untuk program-program yang sedang berjalan, dan melalui tulisan ini juga mengajak para pembaca untuk bersedekah/infaq/zakat melalui Gerak Sedekah Cilacap. Transparansi pentasyarufan program selalu kami update di media sosial kami baik melalu whatsapp, instagram, facebook maupun website. Hal tersebut untuk memupuk kepercayaan dari para donatur dan bentuk tanggungjawab GSC dalam penyampaian amanah.

Jazaakumullah khairan untuk para donatur program AJB dan program lain yang telah menyalurkan rezekinya melalui GSC, semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur sekalian. Aamiin